LSM Peduli Lingkungan Minta Kapolda Jambi Turun Tangan Berantas PETI di Area Bandara Bungo

Daerah, Hukum1 Dilihat

MUARA BUNGO – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seputaran Bandara Bungo yang dilakukan Salim Cs hingga kini tanpa perhatian dari Aparat Penegak Hukum (APH) maupun stake holder terkait.

Terbukti hingga kini jumlah rakit PETI yang mencapai ratusan unit tetap bebas beroperasi. Padahal posisi tambang emas ilegal itu berada dekat dengan objek vital Bandara Muara Bungo.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan, Agus angkat bicara. Ia meminta kepada Kapolda Jambi untuk turun gunung untuk memberantas kegiatan ilegal yang kuat dugaan dibekingi oknum aparat tersebut.

“Sudah banyak media online yang memberitakan keberadaan PETI dengan menggunakan rakit di dekat Bandara Bungo, namun sampai sekarang nampaknya tidak ada tanggapan dari Polisi,” ujar Agus, Rabu (11/03/2026).

“Kami mohon Bapak Kapolda Jambi bisa turun ke Bungo dan menangkap atau memberantas PETI milik Salim CS yang sudah sangat merusak lingkungan di area Bandara,” pinta Agus.

Kurangnya respon atau penindakan yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Bungo terhadap aktivitas ilegal di Tanah Milik Talis Situmorang itu memunculkan berbagai pertanyaan.

“Nampaknya pengaruh Salim cukup besar sehingga bisa membuat aparat tidak melakukan penertiban atau razia. PETI yang ada didekat Bandara Bungo bukan hanya merusak alam namun hal tersebut bisa mencoreng nama kabupaten Bungo karena didekat bandara Bungo bebas melakukan aktivitas ilegal,” tuturnya.

Agus juga meminta kepada Bupati Bungo untuk ikut serius dalam melakukan penindakan terhadap aktivitas ilegal yang selalu merusak lingkungan. Menurutnya keseriusan Pemda dalam memerangi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan kurang tegas.

Ia juga meminta kepada Pemda Bungo untuk segera mengkaji dan menyikapi hal ini dengan menyiapkan Wilayah Pertambahan Rakyat (WPR) sebagai salah satu langkah yang bertujuan melegalkan penambang rakyat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta kepatuhan lingkungan.

“Saya sudah berkali-kali teriak agar Pemda menyiapkan rencana WPR. Jika ini tidak disikapi, maka tunggulah kehancuran lingkungan yang semakin parah di Kabupaten Bungo kedepannya. Selain itu, saya juga minta kepada APH dan Pemda lebih serius dalam menangani hal-hal yang bersentuhan dengan pengrusakan lingkungan salah satunya seperti aktivitas PETI di dekat Bandara Bungo,” tukasnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed