MUARA BUNGO – Praktek pungutan liar atau pungli masih saja terjadi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bungo. Berbagai macam alasan dibuat demi untuk memuluskan langkah tersebut.
Seperti halnya yang terjadi di SDN 100/II Muara Bungo. Demi untuk tampil sempurna didepan Bunda PAUD kabupaten Bungo, pihak sekolah ingin “bersolek” sebelum istri orang nomor satu di kabupaten Bungo itu berkunjung.
Menurut informasi yang didapatkan wartawan dari tangkapan layar pesan yang diduga kuat merupakan WA Grup wali murid dan pihak SDN/100 salah satu nama menyampaikan himbauan terkait rencana iuran tersebut.
Didalam pesan tersebut disebutkan jika akan ada kunjungan Bunda PAUD / ibu Bupati yang dijadwalkan pada tanggal 20 September 2025 nanti.
Meski ada yang setuju, namun tidak sedikit pula wali murid yang keberatan dengan pungutan itu. Pasalnya menurut mereka tidak semestinya pihak sekolah menampilkan kondisi yang bukan sebenarnya dihadapan ibu bupati.
“Karena hari Sabtu besok bakal ada kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Bungo, murid – murid harus bayar iuran yang mana iuran tersebut adalah kesepakatan guru – guru tanpa melibatkan pihak komite,” tutur wali murid yang tidak mau namanya dituliskan.
“Harusnya pihak sekolah jangan memaksakan harus menampilkan sesuatu yang bukan aslinya hanya karena biar dipandang baik dihadapan ibu bupati. Justru jika ada kekurangan, disitulah kesempatan bagi orang yang punya kewenangan memperbaikinya dengan anggaran negara, jangan malah dibebankan ke murid,” sambung sumber.
Iuran itu kata sumber diwajibkan bagi semua murid dan telah disepakati oleh seluruh wali kelas. “Yang bayar kabarnya sudah lumayan banyak juga karena semua diwajibkan,” cetus sumber.
Terpisah, Kepala Sekolah Negeri (SDN) 100/II, Hedra, ketika dikonfirmasi wartawan terkait dugaan pungli di sekolah yang ia pimpin, berkilah dan membantah adanya pungli tersebut.
“Di sekolah kami dak ado pungli bang. Sayo juga sudah menanyakan dengan guru – guru dan para guru bilang dak ado iuran,” bantah Hendra.
Lebih jauh ketika disampaikan bahwa iuran itu akan digunakan untuk memoles kelas tempat belajar karena akan ada kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Bungo, Hendra kembali membantah dan mengatakan bahwa info tersebut keliru.
“Salah informasi itu bang. Tolong jangan dinaikkan beritanya bang,” tutup Hendra.(tim)










