MUARA BUNGO – Proyek jumbo pembangunan Puskesmas Air Gemuruh kecamatan Bathin III dengan nilai kontrak mencapai Rp 8,4 miliar lebih ternyata abai dengan keselamatan para pekerjanya.
Terpantau oleh awak media di lapangan pada Kamis siang (4/9/2025) sejumlah pekerjaan terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri atau APD yang memadai untuk pekerjaan yang memiliki resiko kecelakaan cukup tinggi seperti ini.
Beberapa orang di lokasi proyek nampak santai bekerja tanpa menggunakan APD seperti sepatu, rompi ataupun helm. Namun demikian ada juga diantaranya yang terlihat menggunakan helm maupun sepatu.
Kondisi ini tentunya bertolak belakang dan terkesan mengabaikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3) serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018.
Di sisi lain masih dalam lokasi yang sama, sebagai pemegang proyek Puskesmas ini, CV Rizki dengan konsultan pengawas CV Zuro Consultant juga terkesan sengaja menutupi papan proyek dari pandangan masyarakat umum.
Pasalnya, papan plang proyek yang mestinya bisa diakses dengan mudah oleh semua orang malah diletakkan dalam lokasi proyek yang tertutup pagar seng dan sebuah bangunan semi permanen, sehingga tidak terlihat dari luar lokasi proyek.
Dari papan informasi terlihat, bahwa proyek Puskesmas Air Gemuruh, dengan nilai kontrak Rp. 8.425.696.793.40, dengan waktu pekerjaan 162 hari kalender dan diteken kontrak pada 21 Juli 2025.
Warga setempat yang sempat diwawancarai awak media terkait pembangunan gedung Puskesmas Air Gemuruh ini mengaku senang karena di dusun mereka kedepannya akan memiliki tempat pelayanan kesehatan yang bagus.
Meski demikian, warga meminta kepada kontraktor ataupun pengawas untuk mengerjakan proyek dengan sebaik-baiknya, jangan sampai hanya mengutamakan untung besar dan mengesampingkan kualitas.
“Semoga pembangunan gedung ini sesuai dengan standar yang sebenarnya. Tapi setelah melihat pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri seperti itu, sementara ini proyek besar, rasa kekhawatiran muncul terhadap kontraktor karena sepertinya abai dan gampang menyepelekan,” kata AF warga setempat.(tim)






