MUARA BUNGO – Sebagai sekolah tingkat atas di kabupaten Bungo yang berada dibawah naungan Kementerian Agama, ternayata siswa – siswa MAN 1 Bungo tetap diwajibkan membayar uang SPP setiap bulan sebesar Rp. 100.000.
Jumlah iuran itu ternyata bagi sebagian besar siswa cukup memberatkan karena diaggap terlalu besar bagi keluarga sederhanya seperti dirinya.
Sayangnya pihak sekolah seperti tidak mendengar adanya keluhan itu. Mereka tetap menarik iuran dengan mengatasnamakan iuran komite.
Beberapa siswa yang saat ini menuntut ilmu di MAN 1 Bungo mengaku tidak bisa berbuat apa – apa atas keputusan itu. Dengan kadang dengan rasa terpaksa mereka tetap membayar uang SPP bulanan karena khawatir dengan konsekuensi yang akan diterima jika tidak bayar.
“Untuk SPP seratus ribu setiap bulan pak. Jika tidak dibayar maka akan ada sanksi yang akan diterima oleh siswa,” ujar sumber beberapa siswa MAN 1 Bungo saat diwawancara wartawan, Sabtu (01/11/2025) kemarin.
Mereka juga meminta agar pihak terkait seperti Bupati Bungo, Kemenag Bungo atau Kakanwil Kemenag Jambi untuk menolong mereka dengan menghapus ketentuan pihak sekolah yang mewajibkan siswa – siswa membayar SPP bulanan.
“Untuk meringankan beban masyarakat, Bupati Bungo bisa memberikan baju gratis, namun kenapa kami di MAN 1 Bungo harus bayar SPP setiap bulan,” keluh para siswa.
Dengan kondisi ekonomi saat ini, beberapa siswa mengaku kasihan dengan orang tua mereka yang pusing memikirkan uang SPP setiap bulan, sementara sekolah dimana mereka menuntut ilmu merupakan sekolah negeri yang juga merupakan salah satu sekolah ternama di kabupaten Bungo.
“Kenapa sekolah negeri masih pake SPP. Orang tua kami bukan orang kaya, uang seratus ribu itu sangat berarti jika digunakan untuk kebutuhan keluarga,” tukas sumber.
Terpisah, kepala MAN 1 Bungo ketika dikonfirmasi terkait keluhan pembayaran SPP setiap bulan bagi siswa, belum mendapatkan jawaban.(tim)






