MUARA BUNGO – Praktek Pungutan Liar atau Pungli di Pos jalan Logging perbatasan Bungo – Merangin, kecamatan Pelepat, Bungo terhadap mobil CPO dan truk bermuatan barang mendapat perhatian serius dari pihak Kepolisian.
Dipimpin Kanit Reskirm Polsek Pelepat, Ipda Endy, pihak kepolisian, Senin (27/10/2025) turun ke lokasi dan mengecek bangunan yang selama ini diduga dijadikan pos tempat berlangsungnya pungutan liar terhadap para sopir truck CPO dan muatan lainnya.
Saat tiba di lokasi, sayangnya pihak Polsek Pelepat ini tidak menemukan ada para pelaku. Sementara bangunan berwarna muda itu nampak terkunci.
“Dak ketemu sama pelakunya saat kami cek tempat yang diduga sebagai pos pungli, posisinya tutup dan terkunci,” sebut Ipda Endy.
Terpisah, Kapolsek Pelepat, Iptu Charlos saat dihubungi wartawan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika memang ada oknum preman yang melakukan pungutan liar (Pungli) di wilayahnya.
Bahkan anggotanya sudah turun ke lapangan untuk memantau tempat yang diduga menjadi lokasi pungli terhadap sopir – sopir mobil truck CPO di wilayah hukum Kecamatan Pelepat. “Saya sudah dengar. Masalah ini akan kami usut,” tergas Kapolsek.
IPTU Charlos juga menyebutkan bahwa ia mendapat kabar jika para pelaku ini diduga juga ikut serta memasukkan alat berat ke Dusun Batu Kerbau untuk aktivitas PETI.
“Kabarnya yang memasukkan alat ke Batu Kerbau rombongan itu juga, namun mereka masuk jalan Logging yang berada di wilayah Merangin,” terangnya.
Seperti diketahui, aksi pungutan liar berlansung cukup aman di jalan Loging perbatasan yang dekat dengan perbatasan Bungo – Merangin.
Yang menjadi sasaran alah truk pembawa minyak mentah atau CPO dengan tarik Rp 75 ribu setiap truk. Sementara untuk truk angkutan barang dipatok Rp. 50 ribu/mobil.(tim)






