Dari Sungai Telang, Excavator PETI Ramai-Ramai Menyerbu Batang Uleh

Daerah, Hukum0 Dilihat

MUARA BUNGO – Setelah cukup lama vakum razia setelah gencar Zero PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin), ternyata bukan karena aktivitas illegal itu berhenti, melainkan mengalihkan fokus lokasi penambangan.

Seperti dikethaui, Sungai Telang, kecamatan Bathin III Ulu beberapa bulan terakhir sempat menjadi lokasi empuk bagi ratusan penambang emas illegal menggunakan alat berat excavator.

Program 100 hari bupati Dedy Putra bersama Polres Bungo dalam upaya pemberantasan tambang emas illegal sempat membuat bos-bos PETI was-was dan menghentikan aktivitasnya.

Namun ternyata, didalam diam para cukong tambang emas illegal di kabupaten Bungo ini mengalihkan fokusnya ke wilayah lain sehingga seolah-olah tidak ada lagi aktivitas PETI berlangsung.

Adalah wilayah Batang Uleh kecamatan Tanah Tumbuh yang menjadi lokasi bos-bos PETI mencari butiran emas dalam skala besar dengan menggunakan alat berat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, saat ini penambangan emas secara illegal tengah berkecamuk dengan puluhan excavator yang bekerja.

Sumber media ini warga Dusun Rambah, Tebing Tinggi Uleh, Bukit Kemang dan Renah Jelmu mengaku sangat dirugikan oleh tambang illegal itu karena lingkungan mereka khususnya sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka selama ini menjadi tercemar.

Oleh karenanya warga beberapa dusun di wilayah Tanah Tumbuh ini meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk kembali menggencarkan program Zero PETI dan menertibkan tambang illegal tersebut.

“Setelah razia di Sungai Telang beberapa waktu lalu, kini alat berat banyak di Batang Uleh. Kami minta pak Kapolres Bungo bisa merazia dan menghentikan kegiatan PETI di aliran sungai Batang Uleh,” ungkap sumber.

Saat ini juga beredar informasi menyebutkan bahwa bos-bos PETI tengah menyiapkan setoran-setoran khusus untuk memperlancar kegiatan illegal yang mereka lakukan.

“Kabarnyo ado setoran dari Bos PETI, namun siapa yang menerima kami tidak tau, namun kami berharap PETI menggunakan alat berat ini bisa diberantas,” harap warga.

Aktivitas PETI di Batang Uleh ini kabarnya berada sekitar kawasan perkebunan PT. SKU tepatnya di dalam hutan yang cukup lebat dan jauh dari pemukiman waega sehingga membuat para pelaku nyaman dalam bekerja.(a1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *