Bersama Gubernur dan Bupati, Waka I DPRD Bungo Ikut Panen dan Tanam Padi Bersama di Jujuhan Ilir

Daerah0 Dilihat

MUARA BUNGO – Wakil Ketua I DPRD Bungo, H. Pardinan, SM mengikuti kegiatan panen padi dan penanaman padi bersama dengan Gubernur Jambi H. Al Haris dan Bupati Bungo H. Dedy Putra, di dusun Bukit Sari, Jujuhan Ilir, Bungo, Selasa (5/7/2025).

Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota DPRD Bungo fraksi partai Demokrat, Hj. Siti Alimah, unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkup Pemda kabupaten Bungo.

Setibanya di lokasi gubernur Jambi bersama Bupati dan Waka I DPRD Bungo serta rombongan lainnya langsung menuju lokasi padi sawah yang akan dipanen.

Pertama panen bersama dilakukan dengan menggunakan arit dan dilanjutkan dengan panen menggunakan dua unit combine harvester yang dioperasikan oleh gubernur dan bupati.

Setelah panen dilanjutkan dengan tanam padi bersama di lahan sawah di sebelahnya yang juga diikuti oleh gubernur Jambi, Bupati, Waka I DPRD Bungo dan sejumlah pejabat lainnya.

Acara dilanjutkan dengan pertemuan dengan anggota PPL dan kelompok tani dan dilangsungkan tanya jawab terkait persoalan pertanian di kabupaten Bungo dengan gubernur Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris juga menyerahkan bantuan berupa oplah cetak sawah senilai Rp 9,5 miliar dan bantuan bibit untuk 3.790 hektar lahan kepada Bupati Bungo, Dedy Putra.

Selain bantuan oplah cetak sawah, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dua unit combine harvester dan penyerahan alat mesin pertanian kepada brigade pangan.

Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan rasa bangga kepada warga Jujuhan Ilir yang masih mempertahankan sawah mereka di tengah perkebunan sawit.

“Saya senang melihat sawah kita disini bisa bertahan walau sebagian ada yang alih fungsi, masih ada sawah di tengah-tengah sawit. Ini sangat bagus sekali ditengah pemerintah fokus menuju swasembada pangan,” kata Al Haris.

Al Haris mengatakan pemerintah saat ini tengah fokus untuk pembangunan pangan, oleh sebab itu Gubernur Al Haris mengharapkan agar petani aktif berkoordinasi terhadap kendala yang dihadapi di lapangan kepada pemerintahan.

“Jadi pemerintah pusat sangat fokus terhadap ketahanan pangan ini, tujuannya agar kita tidak lagi impor beras, jagung dan pangan lainnya. Pemerintah berupaya agar kita ini swasembada pangan,” tutup Al Haris.(a1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *